Komisi D Tinjau Saluran Air Tercemar Air Kolam di Tambakrejo

0
150
Pimpinan dan anggota Komisi D saat meninjau saluran air yang retak dan mengandung limbah air kolam ikan di Desa Tambakrejo, Selasa (22/8).
Pimpinan dan anggota Komisi D saat meninjau saluran air yang retak dan mengandung limbah air kolam ikan di Desa Tambakrejo, Selasa (22/8).

DPRD TULUNGAGUNG – Merespon aduan masyarakat, Komisi D DPRD Tulungagung melakukan peninjauan ke saluran air yang berada di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol, Selasa (22/8). Air di saluran tersebut dilaporkan mengandung limbah air kolam ikan dan membuat sebagian areal persawahan setempat tidak bisa ditanami saat musim hujan.

Pimpinan dan anggota Komisi D, Selasa (22/8), juga meninjau pelaksanaan proyek Pamsimas di Desa Gempolan.
Pimpinan dan anggota Komisi D, Selasa (22/8), juga meninjau pelaksanaan proyek Pamsimas di Desa Gempolan.

Ketua Komisi D DPRD Tulungagung, Abdulah Ali Munib, mengungkapkan setelah melakukan peninjauan didapat solusi untuk mengatasi limbah air kolam di saluran air tersebut. “Ini karena saluran airnya ada yang retak dan bak penampungannya retak, nanti diperbaiki tahun 2024,” ujarnya.

Menurut dia, dengan diperbaikinya saluran air yang retak tidak akan ada lagi limbah air kolam ikan di saluran air yang merembes dan mengalir ke areal persawahan. Utamanya saat musim penghujan.

“Jadi tidak masalah lagi. Kalau sudah diperbaiki saluran airnya, tentu tidak akan lagi air kolam ikan yang dibuang oleh warga di saluran air itu akan mencemari sawah,” paparnya.

Abdulah Ali Munib, mengakui jika air di saluran yang merembes membuat sebagian areal sawah tidak bisa ditanami padi saat musim hujan. “Apalagi air di saluran itu kemudian meluap dan mengaliri sawah sehingga membuat areal sawah terlalu basah dan tidak bisa ditanami,” tuturnya.

Selanjutnya, Abdulah Ali Munib membeberkan jika Komisi D DPRD Tulungagung pada hari ini, Selasa (22/8), juga melakukan kunjungan ke Desa Gempolan Kecamatan Pakel dan Desa Tawing Kecamatan Gondang. Di kedua desa tersebut mereka meninjau pelaksanaan proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

“Pada dasarnya proyek Pamsimas di kedua desa itu sudah berjalan baik dan lancar. Hanya saja kami meminta untuk dapat meningkatkan lagi masyarakat yang dapat mengakses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan. Kami kira itu bisa dilaksanakan karena keberadaan sumber air masih memungkinkan,” pungkasnya.