Dewan Kirim Usulan Calon Terpilih Menjadi Wabup Tulungagung ke Gubernur

0
52

DPRD TULUNGAGUNG – DPRD Tulungagung mengirim surat usulan Cawabup terpilih, Gatut Sunu Wibowo SE, menjadi Wabup Tulungagung sisa masa jabatan tahun 2018-2023 pada Gubernur Jatim. Pengiriman surat tersebut dilakukan pada hari ini Rabu (22/9).

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono SSos, mengungkapkan dewan pada hari ini, Rabu (22/9), akan melakukan pengiriman surat usulan pelantikan wabup itu ke gubernur. “Hari ini (Rabu, 22/9) juga mau dikirim ke gubernur. Teknis pengirimannya di sekwan,” ujarnya usai rapat koordinasi dengan mantan anggota Pansuslih Wabup Tulungagung di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (22/9).

Menurut dia, dewan hanya punya waktu selama tiga hari kerja dari penetapan cawabup untuk mengirim surat usulan calon terpilih menjadi wabup. “Itu sesuai tatib. Karena penetapannya hari Sabtu (18/9), maka hari ini merupakan hari terakhir untuk mengirim surat tersebut ke gubernur,” sambungnya.

Soal masih adanya keberatan dari saksi Cawabup Panhis Yody Wirawan SH MKn, Marsono menyatakan hal itu bukan lagi ranah dewan. Ia menyebut ada lembaga lain yang bisa memprosesnya. Terlebih Pansuslih Wabup Tulungagung masa tugasnya pun sudah berakhir sejak penetapan cawabup terpilih.

“Wacana keberatan merupakan bagian hak mereka melakukan itu. Tetapi sudah bukan lagi ranah dewan,” tuturnya.

Marsono menilai keberatan yang diajukan saksi cawabup nomor urut 2 sudah terlambat jika disampaikan ke DPRD Tulungagung. Semestinya keberatan dilakukan saat berlangsungnya rapat paripurna pemungutan suara yang berujung penetapan cawabup terpilih.

“Makanya keberatan akan diproses pada saat sedang paripurna. Apalagi kami sudah memberi waktu dan interupsi juga kami akomodir,” paparnya.

Marsono selanjutnya menandaskan lagi sebagai pimpinan rapat paripurna telah pula memberi hak dan ruang yang sama pada setiap anggota dewan. “Kami menyampaikan yang berbeda jangan dipaksa sama. Diberikan hak ruang yang sama untuk melalukan hal yang dikehendaki saat rapat paripurna sebelum ketuk palu berakhir,” ucapnya.

Sedang, Sekretaris DPRD Tulungagung, Sudarmaji SSos MSi, memastikan jika surat usulan cawabup terpilih menjadi Wabup Tulungagung dikirim pada hari ini, Rabu (22/9). Ia menyatakan surat tersebut dikirim ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jatim.

“Yang mengirim kami bersama Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Tulungagung. Ada juga surat pengantar dari Bupati Tulungagung,” katanya.

Sudarmaji menyebut pengiriman surat itu memang harus dilakukan paling lambat tiga hari setelah cawabup terpilih dalam rapat paripiurna dewan. “Dan hari ini (Rabu, 22/9), harus sudah dikirim ke gubernur,” ucapnya.

Sementara itu, mantan Ketua Pansuslih Wabup Tulungagung, Suprapto SPt MMA, mengatakan pula jika Pansuslih atau DPRD Tulungagung tidak punya kewenangan untuk memproses keberatan dari saksi Cawabup Panhis. “Kami tidak punya kewenangan untuk memprosesnya. Apalagi masa kerja Pansuslih sudah berakhir sejak calon terpilih ditetapkan,” paparnya.

Soal tudingan proses pemungutan suara yang tidak berasas luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil), menurut Suprapto, pilwabup berdasar tatib dan perkembangan rapat paripurna. “Pemilihan cawabup ini dipilih dalam rapat paripurna dewan. Bukan oleh KPU. Itu sudah sesuai UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan PP No. 12 Tahun 2018 tentang Penyusunan Tatib Dewan,” pungkasnya.