Kantor Dewan Terapkan Sistem Satu Pintu

0
93
setwan tutup pagar samping
Petugas Setwan sedang menutup pintu samping Kantor DPRD Tulungagung, Senin (5/7), pagi.

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung mulai Senin (5/7) memberlakukan sistem satu pintu (one gate). Pemberlakuan sistem keamanan ini untuk mencegah penularan Covid-19 di kantor dewan seiring dengan penerapan PPKM Darurat.

Sekretaris DPRD Tulungagung, Sudarmaji SSos MSi, Senin (5/7), mengungkapkan pemberlakuan sistem one gate di Kantor DPRD Tulungagung akan berlangsung sampai masa PPKM Darurat berakhir. “Diterapkan mulai Senin (5/7) sampai berakhirnya masa PPKM Darurat,” ujarnya.

Sistem one gate yang diberlakukan di Kantor DPRD Tulungagung ini membuat pintu samping di depan ruang pimpinan dewan dan sekwan ditutup. Kecuali pintu utama yang berada di depan kantor.

setwan thermogun
Petugas dari Setwan juga kembali melakukan pengukuran suhu tubuh pada setiap pengunjung Kantor Dewan, termasuk anggota dewan dan ASN Setwan.

Menurut Sudarmaji, selain pemberlakuan sistem satu pintu, di Kantor DPRD Tulungagung kembali dilakukan pemeriksaan suhu tubuh pada pengunjung. Termasuk pada anggota dewan dan ASN Setwan.

“Pemeriksaan suhu tubuh pada semua orang yang masuk kantor dewan ini untuk meminimalisir kerawanan penyebaran virus Covid -19 di Kantor DPRD Tulungagung saat PPKM Darurat,” paparnya.

Kini di pintu utama kantor dewan sudah ada petugas dari Setwan yang akan selalu memeriksa setiap orang yang mau masuk dengan alat pengukur suhu tubuh thermogun. Jika ada yang diperiksa suhu tubuhnya melebihi 37 derajat celcius, orang tersebut dilarang masuk Kantor Dewan.

Sudarmaji membeberkan pula jika di Kantor DPRD Tulungagung mulai Senin (5/7), memberlakukan sistem kerja atau masuk kerja secara shift (WFH dan WFO) masing-masing 50 persen bagi ASN. “Kami mengikuti kebijakan pemerintah daerah yang mengatur pemberlakuan sistem kerja ASN selama pemberlakuan PPKM Darurat,” terangnya.

Sudarmaji selanjutnya menandaskan pemberlakuan WFH dan WFO, sistem satu pintu serta pengukuran suhu tubuh bukan untuk mempersulit warga yang datang ke kantor dewan. Melainkan untuk mencegah penularan virus Covid-19 di area kantor wakil rakyat itu. “Apalagi saat ini tengah diberlakukan PPKM Darurat,” pungkasnya.