Komisi D Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Bojonegoro

0
128
Abdullah Ali Munib memimpin pertemuan dengan pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro yang datang berkunjung ke Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (15/9).
Abdullah Ali Munib memimpin pertemuan dengan pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro yang datang berkunjung ke Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (15/9).

DPRD TULUNGAGUNG –  Pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Tulungagung menerima pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro yang bekunjung ke Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (15/9). Kunjungan tersebut dalam rangka sharing pembangunan infrastuktur.

Ketua Komisi D DPRD Tulungagung, H Abdullah Ali Munib SH, saat menerima rombongan dari DPRD Kabupaten Bojonegoro di Ruang Aspirasi, menyatakan pembangunan di Tulungagung saat ini sudah berorientasi pada pembangunan pariwisata. “Karena itu pembangunan infrastruktur di Tulungagung diarahkan juga untuk mendukung pariwisata,” ujarnya.

Sektor pariwisata, lanjut dia, akan menjadi primadona bagi Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan penerimaan PAD di masa-masa yang akan datang. Apalagi sebentar lagi bandara internasional selesai dibangun di Kediri.

“Jadi kami harus mencari peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan PAD, seperti di sektor pariwisata. Tulungagung lain dengan Bojonegoro yang sudah punya minyak dan gas,” tuturnya.

Munib mengungkapkan saat ini PAD Kabupaten Tulungagung baru berkisar Rp 400 miliar dan separuhnya merupakan PAD dari RSUD dr Iskak. Sementara kekuatan APBD masih di angka Rp 2 triliun lebih. Relatif jauh dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah mencapai Rp 6,7 triliun.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menyatakan infrastruktur jalan di kabupaten penghasil minyak tersebut juga sedang digalakkan. Bahkan dari target 800 km jalan yang harus diperbaiki sudah hampir tuntas dilaksanakan. “Tinggal 184 km lagi yang akan dilakukan perbaikan pada tahun 2021,” katanya.

Dana untuk perbaikan jalan di Kabupaten Bojonegoro, menurut Umar, tidak sampai terpotong oleh refokusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Karenanya, perbaikan jalan di kabupaten tersebut  pada tahun ini tetap berjalan sesuai rencana.