Kunjungan Koordinasi Pimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo

0
425
Adib Makarim Memberikan cinderamata pada Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat,di Ruang Graha Wicaksana, Kamis (25/6)
Adib Makarim Memberikan cinderamata pada Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat,di Ruang Graha Wicaksana, Kamis (25/6)

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (25/6), kedatangan pimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo. Kedatangan mereka untuk koordinasi dengan pimpinan DPRD Tulungagung terkait penanganan virus Covid-19.

Kedatangan pimpinan lembaga wakil rakyat dari Kabupaten Wonosobo ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Adib Makarim MH, di Ruang Graha Wicaksana. Ia didampingi pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Tulungagung.

Saat pertemuan berlangsung, Adib membeberkan tentang kondisi Tulungagung dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ia menyebut kasus positif Covid-19 di Kota Marmer masih tinggi. Sampai hari ini, Kamis (25/6), jumlah pasien positif di Tulungagung sudah mencapai 222 orang.

Namun demikian lanjut politisi PKB ini, DPRD Tulungagung terus melakukan berbagai  upaya dalam penanganan kasus Covid-19. Termasuk dalam penganggaran dana refokusing dan pembagian BLT pada masyarakat terdampak.

“DPRD Tulungagung memberikan BLT pada masyarakat terdampak. Jumlahnya mencapai Rp 9 miliar. Akhir Juni ini akan cair. Setiap penerima BLT dari DPRD Tulungagung akan menerima Rp 200 ribu selama tiga bulan,” paparnya.

Selain itu, DPRD Tulungagung juga telah melakukan refokusing anggarannya untuk penanganan Covid-19. Jumlahnya relatif besar yakni mencapai Rp 23 miliar.

Sedang mengenai masa reses di saat pandemi Covid-19, Adib mengatakan sudah dilakukan DPRD Tulungagung. “Reses saat pandemi Covid-19 mengikuti protokol kesehatan dengan menghadirkan warga dengan jumlah yang terbatas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat SAg, mengungkapkan saat ini di Kabupaten Wonosobo sudah dinyatakan sebagai daerah hijau. Karenanya, sejumlah obyek wisata termasuk wisata Dieng sudah dibuka kembali.“Hotel juga sudah buka. Tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Afif selanjutnya menandaskan kendati di Kabupaten Wonosobo sudah merupakan daerah hijau tetapi masih memberlakukan jam malam. Semua toko modern sudah harus tutup pada pukul 20.00 WIB untuk menghindari carrier (orang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala).

Ia pun menyebut di DPRD Wonosobo juga telah melakukan refokusing anggaran untuk penanganan Covid-19. “Hampir semua anggaran terpangkas. Anggaran pokir yang Rp 50 miliar terpangkas,” ucapnya sembari membeberkan jika semua warga di Kabupaten Wonosobo kini diharuskan memakai masker termasuk di pelosok-pelosok desa.