Fraksi PKB Salurkan Sembako Ke Guru Ngaji Dan Penyandang Disabilitas

0
80
Adib Makarim menyerahkan secara simbolis paket sembako pada salah seorang penerima, Sabtu (16/5).
Adib Makarim menyerahkan secara simbolis paket sembako pada salah seorang penerima, Sabtu (16/5).

DPRD TULUNGAGUNG – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Tulungagung, Sabtu (16/5), kembali melakukan aksi sosial saat pandemi Covid-19. Kali ini mereka menyalurkan sembako pada guru ngaji, marbot masjid, penyandang disabilitas, tukang becak dan penderita penyakit kronis.

Pembagian dilakukan secara door to door di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tulungagung dan sebagian diserahklan secara simbolis pada perwakilan penerima di Kantor DPC PKB Tulungagung.

Anggota Fraksi PKB Tulungagung, Adib Makarim MH, mengungkapkan aksi sosial Fraksi PKB DPRD Tulungagung  yang bersinergi dengan DPC PKB Tulungagung merupakan suporting bagi Pemkab Tulungagung yang juga telah melakukan pemberian bantuan pada masyarakat terdampak Covid-19.

“Pada hari ini (Sabtu, 16/5), kami memberi 3.000 paket. Sebelumnya juga kami telah menyalurkan 3.000 paket sembako lainnya pada guru ngaji dan kelompok janda. Guru ngaji yang kami berikan sembako adalah mereka yang belum mendapat insentif,” paparnya.

Adib yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tulungagung dan Ketua DPC PKB Tulungagung ini menyebut aksi sosial hari ini merupakan bagian dari keselurahan aksi sosial yang dananya berasal dari Fraksi PKB DPRD Tulungagung, Fraksi PKB DPR RI dan dari Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

“Dana yang terkumpul Rp 870 juta. Semuanya sudah disalurkan untuk aksi sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.  Sebelum ini kami pun sudah memberi APD ke IDI Tulungagung, kemudian bantuan sembako ke Desa Jabalsari dan ke Rusunawa IAIN,” paparnya lagi.

Adapun sembako yang disalurkan pada guru ngaji, marbot masjid, penyandang disabilitas, tukang becak dan penderita penyakit kronis masing-masiing seberat 14 kg yang terdiri dari beras, gula dan minyak goreng. “Secara total yang kami berikan sebanyak 84,5 ton beras, gula dan minyak goreng,” bebernya.