Apresiasi Penanganan Pasien Covid-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung

0
86
Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Tulungagung saat meninjau Rusunawa IAIN Tulungagung dan mengajak berbincang tenaga medis, Senin (11/5).
Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Tulungagung saat meninjau Rusunawa IAIN Tulungagung dan mengajak berbincang tenaga medis, Senin (11/5).

DPRD TULUNGAGUNG – Komisi C DPRD Tulungagung mengapresiasi penanangan pasien Covid-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung. Mereka menilai tenaga medis yang melayani dan pasien yang ditangani sudah sesuai standar.

“Semua sudah sesuai standar. Baik itu untuk tenaga medis maupun untuk pasien,” ujar Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, H Asrori SH, seusai Komisi C DPRD Tulungagung melakukan peninjauan di Rusunawa IAIN Tulungagung, Senin (11/5).

Ia mengatakan tidak ada yang patut dipermasalahkan terkait penanganan pasien Covid-19 di rusunawa yang berada di areal kampus itu. Baik itu terkait alat pelindung diri (APD) yang dikenakan para tenaga medis, atau pun kebersihan di Rusunawa IAIN Tulungagung yang juga sudah dinilai baik.

“Hanya saja yang kami minta kalau memang masih ada pasien yang dari luar kota, sebaiknya dikembalikan ke kota atau kabupatennya masing-masing,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Heru Santoso menyatakan hal yang sama. Ia menyebut secara umum tidak ada masalah, karena secara klinis yang diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung dalam keadaan sehat semua.

“Hanya perlu support moral baik kepada para medis yang rutin bertugas disana dan para penderita Covid-19 yang sedang menjalani isolasi,” paparnya.

Saat ini menurut Heru Santoso jumlah pasien Covid -19 yang diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung sebanyak 39 orang dari kapasitas sebanyak 76 orang. “Harapan kami tentu tidak akan ada lagi penambahan pasien Covid-19,” tandasnya.

Selanjutnya, ia menyatakan kendati mengapresiasi karena protokol penanganan Covid-19 sudah terlaksana dengan baik di Rusunawa IAIN Tulungagung , namun ada masukan untuk diperhatikan. “Masukan kami agar ada shift petugas medis baik dari Dinkes dan RSUD minimal pagi dan sore, karena saat ini baru dilaksanakan sekali di pagi hari untuk pengecekan kesehatan pasien,” tuturnya.