Hari Jadi Untuk Tulungagung Semakin Maju

3
87
Ketua DPRD Tulungagung, Marsono SSos bersama istri, menaiki kereta kuda saat acara bersih nagari hari jadi Tulungagung ke 814, Senin (18/11).

DPRD TULUNGAGUNG – Peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-814 harus menjadi pemicu agar Tulungagung kedepan semakin maju. Selain juga untuk mempertahankan tradisi leluhur Jawa.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin, di sela acara bersih nagari peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-814 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (18/11). “Dengan usia yang sudah ke-814 Tulungagung kedepan harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi gelaran bersih nagari yang masih kental dengan budaya Jawa. Karenanya, ia berharap budaya Jawa itu terus dilestarikan. “Istilanya nguri-uri (menjaga) budaya,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua DPRD Tulungagung lainnya, Drs H Asmungi MSi. Ia pun menyatakan jangan sampai budaya Jawa hilang ditelan waktu.

“Harapannya dengan peringatan hari jadi Tulungagung, budaya Jawa tetap lestari dan Tulungagung semakin maju,” paparnya.

Warga berebut hasil bumi di gunungan sesaji raksasa dalam gelaran bersih nagari, Senin (18/11).

Dalam peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-814 kembali pula digelar dua gunungan sesaji tumpeng raksasa, yakni Buceng Lanang dan Buceng Wadon. Buceng Lanang berisi beraneka makanan hasil bumi Tulungagung. Sedang Buceng Wadon terdapat sesaji berupa aneka buah-buahan.

Sebagian warga Tulungagung masih percaya jika aneka makanan dan buah-buahan yang tersaji di Buceng Lanang dan Buceng Wadon membawa berkah. Dengan memakan sebagian aneka makanan dan buah-buahan tersebut mereka berharap dalam setahun kedepan mendapat keselamatan dalam hidup dan murah rezeki.

Karena itu, begitu kedua gunungan tumpeng raksasa dikeluarkan dari pendopo, ratusan masyarakat yang telah menunggu langsung memperebutkannya. Semua berusaha mengambil sebagian isi dari kedua gunungan tumpeng tersebut.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin dan H Asmungi juga ikut naik kereta kuda.

Selain itu, dalam acara peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-814, warga Tulungagung dapat menyapa bupati dan anggota forkopimda, termasuk pimpinan DPRD Tulungagung, yang menaiki kereta kuda setelah mengikuti upacara hari jadi di Kantor Pemkab Tulungagung menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tempat acara bersih nagari.

Peringatan Hari Jadi Tulungagung selalu digelar pada tanggal 18 November. Penentuan hari ulang tahun ini mengacu pada Prasasti Lawadan yang terdapat di Desa Wates Kecamatan Campurdarat. Dalam prasasti itu tertulis Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa, yang artinya Jumat Pahing 18 November 1205.

3 COMMENTS

  1. I am really impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog.
    Is this a paid theme or did you customize it yourself? Either way keep up the nice quality writing,
    it’s rare to see a nice blog like this one today.

  2. It’s perfect time to make some plans for the future and it’s
    time to be happy. I have read this post and if I could I wish to suggest you few interesting things or tips.
    Maybe you could write next articles referring to this article.

    I wish to read even more things about it!

TINGGALKAN PESAN