DPRD Tulungagung Penuhi Permintaan Mahasiswa

0
68
Marsono menandatangani surat tuntutan mahasiswa di atas mobil komando Aliansi Mahasiswa Tulungagung, Kamis (26/9).

DPRD TULUNGAGUNG – Permintaan Aliansi Mahasiswa Tulungagung yang berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (26/9), dipenuhi. Calon Ketua DPRD Tulungagung, Marsono SSos, menandatangani surat tuntutan Aliansi Mahasiswa Tulungagung yang disodorkan kepadanya saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Ia pun menerima surat tuntutan tersebut untuk disampaikan pada yang berwenang setelah semua elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tulungagung juga ikut melakukan tandatangan. “Nanti kami sampaikan pada yang berwenang,” ujar Marsono.

Sebelumnya, Marsono sempat pula memenuhi permintaan mahasiswa untuk berdiri ditengah-tengah mereka dan menyampaikan jawaban dari tuntutan Aliansi Mahasiswa Tulungagung. Marsono yang saat itu langsung berdiri di atas mobil komando pengunjuk rasa menandaskan jika salah satu putranya juga ikut melakukan aksi serupa di Surabaya. “Anak saya juga bergerak di Surabaya,” tegasnya dan disambut teriakan dukungan dari mahasiswa.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tulungagung saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (26/9).

Ia pun menyatakan sudah mendengar seluruh aspirasi mahasiswa yang disampaikan lewat aksi unjuk rasa. Bahkan dia berharap antara DPRD Tulungagung dan mahasiswa dapat bersama-sama berjalan menuju kebaikan. “Saya baca tadi dari tulisan teman-teman, cukup aku yang jelek DPR jangan. Jangan begitu. Kita berangkat bersama-sama menuju kebaikan,” tuturnya.

Marsono yang sebentar lagi bakal dilantik sebagai Ketua DPRD Tulungagung ini berharap pula ada keterikatan antara mahasiswa dan DPRD Tulungagung dalam usaha menuju Indonesia yang lebih baik. “Nanti kami tunggu aspirasi lainnya,” ucapnya.

Seperti halnya rekan-rekan mereka se-Indonesia, para mahasiswa Tulungagung yang berunjuk rasa hari ini, Kamis (26/9), menuntut pula agar RUU KUHP tidak disahkan oleh DPR RI dan menolak pelemahan KPK dengan meminta Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Perpu pencabutan UU KPK yang baru.

Marsono dan seluruh pimpinan elemen mahasiswa pengunjuk rasa bergandengan tangan bersama setelah dilakukan penyerahan surat tuntutan.

Koordinator aksi, Awaludin Makrifatullah, sempat membacakan tuntutan Aliansi Mahasiswa Tulungagung yang secara keseluruhan berjumlah delapan poin. Ia menyebut tuntutan para mahasiswa itu harus ditandatangani Ketua DPRD Tulungagung dan disampaikan pada DPR RI atau Presiden RI.

Aksi unjuk rasa mahasiswa di Tulungagung ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tulungagung. Selain mendatangkan kendaraan taktis (rantis) water cannon, polisi juga memagari sepanjang depan pintu gerbang Kantor DPRD Tulungagung degan kawat berduri. Bahkan Kapolres Tulungagung yang baru yakni AKBP Eva Guna Pandia ikut turun langsung dalam mengawal aksi para mahasiswa itu.

TINGGALKAN PESAN