Kunjungan DPRD dan Tokoh Masyarakat Kota Salatiga

0
188
Suprapto dan Imam Kambali saat menerima perwakilan DPRD dan tokoh masyarakat Kota Salatiga di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (2/4).

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung kembali mendapat kunjungan, Selasa (2/4). Kali ini yang datang berkunjung adalah rombongan anggota DPRD dan tokoh masyarakat Kota Salatiga Jawa Tengah (Jateng).

Kedatangan anggota DPRD dan tokoh masyakat Kota Salatiga yang berjumlah 250 orang tersebut di terima oleh Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Imam Kambali SE MSi dan anggota Komisi D DPRD Tulungagung, Suprapto SPt MMA. Perwakilan mereka kemudian berdialog dengan Imam Kambali dan Suprapto di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung.

Anggota Komisi B DPRD Kota Salatiga, Bagas Arianto, mengungkapkan kedatangan rombongan DPRD dan tokoh masyarakat Kota Salatiga untuk menggali lebih banyak pengetahuan tentang geliat pembangunan di Kabupaten Tulungagung. “Nantinya bisa sebagai modal bagi para tokoh masyarakat Kota Saltiga dalam sumbang saran di musrenbang Kota Salatiga,” ujarnya.

Beberapa tokoh masyarakat Kota Salatiga juga bertanya mengenai beberapa kemajuan yang dicapai oleh Kabupaten Tulungagung. Seperti  di antaranya di bidang ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan dan olah raga.

Rombongan anggota DPRD dan tokoh masyarakat Kota Salatiga berfoto bersama Imam Kambali dan Suprapto di halaman Kantor DPRD Tulungagung seusai pertemuan, Selasa (2/4).

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Suprapto menjelaskan di Tulungagung sudah ada Perda tentang CSR (corporate social responsibility), sehingga perusahaan-perusahaan yang ada di Tulungagung sudah diharuskan memberikan CSR-nya dengan aturan perbup. Seperti yang telah terealisasi di antaranya di pusat kuliner pinggir Kali Ngrowo Kota Tulungagung (Pinka).

“Dan untuk UMK di Tulungagung besarannya Rp 1,8 juta dan perusahaan-perusahaan di Tulungagung mematuhi pembayaran UMK tersebut,” paparnya.

Sedang mengenai pemberdayaan perempuan, Suprapto mengatakan di Tulungagung juga sudah ada organisasi pengusaha perempuan. “Memang di Tulungagung ini untuk organisasi perempuan relatif tidak terlalu banyak. Ini karena banyak perempuan di Tulungagung yang melakukan usaha (wirausaha),” paparnya lagi.

TINGGALKAN PESAN