Studi Banding Pansus RPJMD Ke Kulon Progo

0
145
Pimpinan dan anggota Pansus RPJMD DPRD Tulungagung saat diterima Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo, Agus Langgeng Basuki, di Ruang Suroloyo Bappeda Kantor Bupati Kulon Progo, Selasa (26/2).

DPRD TULUNGAGUNG – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Tulungagung, Selasa (26/2), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo Provinsi DI Yogjakarta. Kegiatan kunjungan kerja dalam rangka studi banding Raperda RPJMD.

Kadatangan anggota Pansus RPJMD DPRD Tulungagung yang dipimpin Ketua Pansus RPJMD DPRD Tulungagung, Suprapto SPt MMA, in diterima oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo, Ir Agus Langgeng Basuki di Ruang Suroloyo Bappeda Kantor Bupati Kulon Progo.

Hadir dalam kunjungan tersebut semua anggota Pansus RPJMD DPRD Tulungagung. Termasuk Wakil Ketua Pansus RPJMD DPRD Tulungagung, Adib Makarim MH, dan para pimpinan DPRD Tulungagung yang juga anggota Pansus RPJMD DPRD Tulungagung, yakni Supriyono SE MSi, Agus Budiarto SE AK, dan Imam Kambali SE MSi.

Menurut Suprapto,  kunjungan ke Kulon Progo sangat bermanfaat bagi Pansus RPJMD DPRD Tulungagung. Karena banyak yang dapat dicontoh dari Kabupaten Kulon Progo.

“Di Kulon Progo itu kelebihan dari tahun ke tahun jumlah kegiatan dikurangi sehingga kegiatan satu dengan yang lain jelas bedanya dan tingkat manfaatnya mudah diukur,” ujarnya.

Selain itu di Kabupaten Kulon Progo, menurut politisi berambut putih ini, pendapatan PAD-nya dalam lima tahun terakhir meningkat sampai 27 persen. Begitu pun dengan pajak daerah naik sampai 47 persen.

“Yang juga peru dicontoh adalah peran koperasi yang cukup menonjol , utamanya dengan adanya Tomira (toko milik rakyat) yang mengakuisisi Indomart. Selai itu juga modifikasi BPNT (bantuan pemerintah nontunai) ke arah pemberdayaan ekonomi lokal. Contohnya, raskin harus diambil dari dan dilayani oleh kelompok tani,” paparnya.

Suprapto menandaskan tidak hanya di bidang ekonomi  kerakyatan yang perlu dicontoh dari Kabupaten Kulon Progo . Di bidang pendidikan juga bisa dijadikan contoh. “Seperti gerakan peningkatan karakter utamanya untuk murid SD,” tuturnya.

TINGGALKAN PESAN