Kunjungan Pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo

0
20
Susilowati saat menerima pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo di Ruang Komisi A Kantor DPRD Tulungagung, Jumat (7/12).

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung terus mendapat kunjungan. Hari ini, Jumat (7/12), pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo yang datang berkunjung untuk studi banding.

Empat pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo itu masing-masing adalah Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Nurjayanto SP, dan tiga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo masing-masing  Eko Sapto Purnomo SH, Giyarto SH MH, dan H Sunoto SH.

Mereka diterima oleh Sekretaris Komisi A DPRD Tulungagung, Hj Susilowati SE, dan Kasubag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Tulungagung, Susilowati SSos, di Ruang Komisi A Lantai II Kantor DPRD Tulungagung.

Menurut Hj Susilowati kedatangan para pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo tersebut untuk studi banding terkait Perda tentang Desa Menjadi Kelurahan atau Kelurahan Menjadi Desa. “Tetapi di Tulungagung belum ada perda tersebut. Dan memang belum dibuat karena melihat situasi dan kondisi di Tulungagung,” ujarnya.

Belum dibuatnya perda tentang perubahan desa menjadi kelurahan atau sebaliknya, lanjut politisi asal PDI Perjuangan tersebut untuk menghindari adanya kelurahan yang menginginkan menjadi desa  atau  desa menginginkan menjadi kelurahan di Kabupaten Tulungagung. “Karena itu, kemudian belum ada Perda tentang Desa Menjad Kelurahan atau Kelurahan Menjadi Desa di sini (Tulungagung),” terangnya.

Kendati di Tulungagung belum mempunyai perda yang dijadikan bahan studi banding, para pimpinan DPRD Kabupaten Sukoharjo tetap melanjutkan pertemuan dan menanyakan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh DPRD Tulungagung. Seperti di antaranya kegiatan Bapemperda, fraksi dan hasil reses yang dilakukan anggota DPRD Tulungagung.

Menanggapi beberapa pertanyaan tersebut Susilowati menandaskan semua kegiatan yang dilakukan di DPRD Tulungagung berdasar aturan yang berlaku. “Semisal  untuk membuat perda yang merupakan inisiatif DPRD, kami sebelumnya harus melaluinya dengan membuat naskah akademik (NA) bersama perguruan tinggi,” bebernya.

TINGGALKAN PESAN