Kunjungan DPRD Gresik dan DPRD Bojonegoro

0
29
Suprapto dan Heru Santoso (tengah) saat menerima kunjungan dari anggota DPRD Gresik dan DPRD Bojonegoro, Jumat (19/10). Mereka didampingi pimpinan rombongan dari DPRD Gresik, H Mubin dan dari DPRD Bojonegoro, Ali Mustofa.

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung kembali kedatangan tamu untuk studi banding, Jumat (19/10). Kali ini yang datang berkunjung adalah pimpinan dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Gresik dan Pansus Perubahan Tatib DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Keduanya diterima pimpinan dan anggota Pansus Perubahan Tatib DPRD Tulungagung serta pimpinan dan anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Tulungagung di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung secara bersama-sama.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Pansus Perubahan Tatib DPRD Tulungagung, Suprapto SPt MMA dan Ketua Bapemperda DPRD Tulungagung, Heru Santoso SPd MPd. Disamping juga anggota Pansus Perubahan Tatib DPRD Tulungagung serta anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Tulungagung, di antaranya Hj Susilowati SH, Imam Sopingi dan Gunawan.

Ketua Bapemperda Kabupaten Gresik, H Mubin, mengungkapkan kedatangan pimpinan dan anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Gresik untuk studi banding dan menggali informasi untuk perbaikan kinerja, khususnya terkait Bapemperda.

“Kami datang bersama 13 anggota Bapemperda DPRD Gresik. Kami ingin menggali informasi lebih banyak terkait penerapan PP No. 12 Tahun 2018,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Pansus Perubahan Tatib DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ali Mustofa. Ia pun menanyakan terkait kinerja Bapemperda DPRD Tulunaggung dan menyatakan bahwa Raperda tentang Perubahan Tatib DPRD Bojonegoro masih antre untuk evaluasi di Pemprov Jatim.

“Selain itu kami ingin tahu di Tulungagung untuk raperda insiatif DPRD itu berasal dari anggota atau dari komisi,” ujarnya.

Suprapto saat memberi penjelasan mengatakan Raperda tentang Perubahan Tatib DPRD Tulungagung saat ini sudah dievaluasi. “Kami diurutan 21,” ujarnya.

Sedang Heru Santoso memaparkan DPRD Tulungagung cukup produktif dalam menghasilkan Perda. Dalam satu tahun bisa membuat 11 sampai 13 perda inisiatif DPRD Tulungagung.

“Sebenarnya hampir sama dengan DPRD lainnya. Saat ini pun kami sedang harmonisasi untuk raperda inisiatif dewan di Kementerian Hukum dan HAM. Dan semua raperda inisiatif DPRD berasal dari komisi-komisi di DPRD Tulungagung,” paparnya.

TINGGALKAN PESAN