Dindikpora Penuhi Panggilan Komisi A

0
27
Komisi A DPRD Tulungagung melangsungkan rapat tertutup dengan Dindikpora Kabupaten Tulungagung soal pembagian seragam sekolah gratis, Selasa (16/10).

DPRD TULUNGAGUNG – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung memenuhi panggilan Komisi A DPRD Tulungagung, Selasa (16/10). Pemanggilan ini terkait soal pembagian seragam sekolah gratis yang sampai saat ini belum juga tuntas.

Rapat antara Komisi A DPRD Tulungagung dan Dindikpora Kabupaten Tulungagung berlangsung di ruang Komisi A di Kantor DPRD Tulungagung dan dilakukan secara tertutup.

Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Drs H Mashud, menyatakan untuk sementara rapat dengan Dindikpora Kabupaten Tulungagung berlangsung tertutup. “Jadi tidak bisa diliput oleh wartawan,” ujarnya.

Hadir dalam rapat tertutup tersebut sejumlah anggota Komisi A DPRD Tulungagung dan Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Imam Kambali SE MSi. Sedang dari Dindikpora Kabupaten Tulungagung, hadir sejumlah kepala bidang (kabid) dan Sekretaris Dindikpora Kabupaten Tulungagung, Drs Haryo Dewanto Wicaksono MM.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi, di Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (16/10) menyesalkan pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD/MI dan SMP/MTs yang dijanjikan Pemkab Tulungagung itu sampai saat ini belum juga tuntas. Seharusnya pembagian seragam sekolah tersebut sudah tuntas pada bulan Agustus lalu.

“Ini kesalahan dari Pemkab Tulungagung, utamanya Dindikpora. Seharusnya sudah tuntas pada awal tahun ajaran baru kemarin. Ini malah justru sudah mau semesteran belum juga tuntas,” tandasnya.

Menurut Supriyono harus ada evaluasi pada Dindikpora Kabupaten Tulungagung terkait keterlambatan pemberian seragam sekolah gratis tersebut. Apalagi sebagian seragam sekolah yang telah diberikan seperti seragam olahraga kualitasnya rendah. “Ini harus menjadi perhatian Plt Bupati Tulungagung,” tegasnya.

Supriyono lantas mempertanyakan pula pembagian seragam sekolah gratis itu jika baru diberikan menjelang pembelajaran sudah berlangsung satu semester. Ia menyebut pemberian seragam gratis itu tidak sesuai dengan semangat awalnya.

“Semangat awalnya agar dapat meringankan beban orangtua siswa . Terlebih sekarang sudah banyak siswa yang mengenakan seragam dengan beli sendiri. Padahal pengadaan seragam gratis itu dibiayai oleh APBD murni (APBD Tulungagung 2018). Bukan PAK (APBD perubahan),” paparnya.

TINGGALKAN PESAN