Dewan Minta Tambahan Kuota Haji Tulungagung

1
51
Supriyono

DPRD TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Tulungagung, H Supriyono SE MSi, mengapresiasi keberhasilan jamaah haji Kabupaten Tulungagung yang dinobatkan sebagai jamaah haji terbaik se-Jatim. Ia pun meminta agar ada tambahan kuota haji Tulungagung pada tahun depan seiring dengan keberhasilan jamaah haji Tulungagung tahun ini.

“Kami dari DPRD Tulungagung sangat mengapresiasi keberhasilan jamaah haji Tulungagung sebagai jamaah haji terbaik karena ketertiban, kedisiplinan dan sebagainya. Nanti kami bersama Plt Bupati Tulungagung akan melobi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menambah kuota jamaah haji Tulungagung,” ujarnya seusai acara Tasyakuran Haji Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (11/10).

Selain itu, lanjut dia, untuk penyemangat atas keberhasilan jamaah haji Tulungagung sebagai yang terbaik di Jatim diharapkan ada tambahan fasilitas bagi para jamaah haji. Tidak hanya biaya transport menuju dan dari asrama haji yang digratiskan, tetapi juga ada tambahan fasilitas pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi di Arab Saudi.

“Di sana itu kalau sakit menggunakan obat yang dibawa dari dalam negeri tidak segera sembuh. Tetapi kalau pakai obat produk Arab Saudi bisa cepat sembuhnya. Kami sudah bicara dengan Kabag Kesra Kabupaten Tulungagung dan TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) agar nantinya juga disediakan obat yang kualitasnya sama dengan produk Arab Saudi pada musim haji tahun depan,” papar Supriyono yang juga sebagai TPHD jamaah haji Tulungagung tahun 2018.

Lebih lanjut, politisi asal PDI Perjuangan ini berharap pula ada fasilitas tambahan bagi  petugas TPHD dan petugas kesehatan.  “Selama ini bagi mereka itu tidak ada uang saku atau bentuk lainnya. Harapannya nanti ada peningkatan anggaran di APBD untuk petugas-petugas tersebut,” paparnya.

Permintaan yang sama dikatakan Plt Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM.  Menurut dia tambahan kuota haji akan pula membuat antrean keberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Tulungagung lebih pendek. Tidak lagi harus menunggu selama 23 tahun.

“Bayangkan dengan mendaftar haji sekarang tahun 2018 baru akan terlayani pemberangkatannya pada tahun 2041 atau menunggu selama 23 tahun. Dengan adanya prestasi sebagai jamaah haji terbaik hendaknya ada tambahan kuota,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, Drs Ngudiono MAg,  dalam sambutannya di acara yang sama mengungkapkan jamaah haji Tulungagung pada tahun 2018 ini dinobatkan sebagai jamaah haji terbaik se-Jatim. Ia pun menyebut kuota haji Tulungagung dalam tahun 2018 sebanyak 1.099 CJH.

“Dari 1.099 jamaah haji Tulungagung itu yang meninggal dunia mencapai lima orang. Satu meninggal dunia di Tulungagung, empat orang lainnya meninggal dunia di Arab Saudi setelah menjalani ibadah haji,”  bebernya.

1 KOMENTAR

  1. Selamat atas dinobatkan nya T.ag sebagai daerah terdisiplin dlm menunaikan ibadah hajji….semoga jg mendapat hajji yg mabrur yg di terima oleh Nya. Amien

    Yg kedua….usulan yg sgt bgs untuk tambahan kuota jemaah hajj T.ag…smg mendapat rekom dr pemerintah pusat untuk th mendatang.

    Yg ketiga….virus di arab besar2 kayak onta…jadi kurang manjur kl obat dosis rendah di pake pengobatan di sana….moga di perhatikan.

TINGGALKAN PESAN