Pembahasan Raperda Perubahan Perda PDAM Rampung

0
96
Finalisasi pembahasan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Perusahaan Daerah Air Minum “Tirta Cahya Agung” Kabupaten Tulungagung berlangsung di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (2/10).

DPRD TULUNGAGUNG – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tulungagung, Selasa (2/10), menyelesaikan pembahasan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Perusahaan Daerah Air Minum “Tirta Cahya Agung” Kabupaten Tulungagung. Pembahasan finalisasi tersebut berlangsung di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung.

Hadir dalam pembahasan yang dipimpin Ketua Pansus III DPRD Tulungagung, Imam Khoirudin SAg tersebut, sejumlah anggota Pansus III DPRD Tulunaggung. Yakni Drs Subani Sirab, Leman Dwi Prasetyo SE dan HM Zaenudin BA.

Sementara dari Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung hadir  di antaranya, Dirut PDAM Tulungagung, Drs Haryono MSi, Kabag Hukum Setda Kabupaten Tulungagung, Saiful Bakri SH MH, dan Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Tulungagung, Drs Bambang Ernawan. Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulunaggung ini dipimpin oleh Asisten II Sekda Tulungagung, Drs Moh Mafachir MM.

Dalam pembahasan yang memasuki finalisasi ini sempat terjadi perdebatan terkait perubahan pada pasal 29 utamanya ayat (1) tentang anggota dewan pengawas yang ditetapkan oleh KPM (kepala daerah). Namun akhirnya pasal 29 itu tetap dirubah, karena mengacu pada peraturan yang baru yakni Permendagri Nomor 37 tahun 2018.

Sebelum mengakhiri pembahasan, Imam Khoirudin meminta anggota Pansus III DPRD Tulungagung dan Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung untuk kembali meneliti dan mengoreksi subtansi pasal demi pasal yang telah mengalami perubahan. Salah satu pasal yang kemudian direvisi atas koreksi itu adalah pasal 27 ayat (1).

“Dewan pengawas berasal dari unsur pejabat pemerintah daerah, profesional dan/atau masyarakat konsumen yang diangkat oleh KPM, dirubah menjadi dewan pengawas berasal dari unsur pemerintah daerah dan independen yang diangkat oleh KPM,” papar Imam Khoirudin mengoreksi.

Selanjutnya Imam Khoiridin yang politisi asal PAN ini, menyatakan dengan berakhirnya pembahasan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Perusahaan Daerah Air Minum “Tirta Cahya Agung” Kabupaten Tulungagung, bukan berarti sudah tuntas seratus persen penyelesainnya. Ia berharap dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Tulungagung untuk kembali meneliti dan mengoreksi redaksional dari raperda sebelum diserahkan ke Pemprov Jatim guna dievaluasi.

TINGGALKAN PESAN