Pajak Rumah Kos Turun Jadi Lima Persen

1
101
Wiwik Triasmoro mengumumkan penurunan pajak rumah kos menjadi 5 persen saat publik hearing Pansus II di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, Senin (1/10).

DPRD TULUNGAGUNG – Tarif pajak rumah kos yang sebelumnya dipatok 10 persen, saat ini sudah ditetapkan untuk diturunkan menjadi 5 persen. Atau berkurang separuhnya.

Penurunan pajak rumah kos ini diumumkan Ketua  Pansus II DPRD Tulungagung, Drs Wiwik Triasmoro W, saat publik hearing Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Daerah di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, Senin (1/10).

“Kami sampaikan dari hasil pembahasan finalisasi Raperda tentang Pajak Daerah bersama tim asistensi pembahas raperda Pemkab Tulunaggung telah disepakati untuk menurunkan pajak rumah kos yang semula 10 persen turun menjadi 5 persen,” ujarnya.

Penurunan ini disambut baik oleh sejumlah pemilik rumah kos yang hadir di acara publik hearing tersebut. Mereka pun bertepuk tangan ketika Wiwik Triasmoro usai mengumumkannya.

Namun demikian, ada sebagian pemilik rumah kos yang masih meminta penurunan tarif pajak yang lebih kecil lagi. Hal ini disampaikan ketika Wiwik Triasmoro membuka segmen tanya jawab.

Di antara pemilik rumah kos juga menyayangkan masih banyaknya pemilik rumah kos yang belum berizin. Otomatis mereka tidak membayar pajak seperti pemilik kos yang sudah melakukan pengurusan perizinan.

“Di Desa Ngunut itu ada 80 orang pemilik rumah kos. Tetapi sebagian belum berizin. Bahkan ada yang tidak berizin itu beroperasi layaknya hotel,” tandas Yudi, salah seorang pemilik rumah kos.

Menjawab beberapa pertanyaan itu, Wiwik Triasmoro menandaskan pajak rumah kos yang sudah diturunkan menjadi 5 persen sudah tidak dapat diturunkan lagi. Apalagi di daerah sekitar, yakni di Kota Kediri tarif pajak rumah kos-nya juga 5 persen.

“Jadi kalau mau pajak 5 persen namanya harus rumah kos. Selain rumah kos itu pajaknya adalah pajak hotel sebesar  10 persen. Ini tercantum dalam pasal 33 di Raperda tentang Pajak Daerah,” terangnya.

Sedang untuk menarik pajak rumah kos lebih maksimal, Wiwik Triasmoro meminta OPD terkait di lingkup Pemkab Tulungagung utamanya Bapenda Kabupaten Tulungagung untuk lebih banyak menyosialisasikan tentang pajak daerah. “Nanti setelah jadi perda disosialisasikan ke kecamatan-kecamatan,” tuturnya.

Sebelumnya tarif pajak rumah kos di Tulungagung telah ditetapkan sebesar 10 persen. Besaran pajak itu tercantum dalam Perda Nomor 16 tahun 2010.

Hadir dalam acara publik hearing ini sejumlah anggota Pansus II DPRD Tulungagung. Yakni H Widodo Prasetyo SP MMA, Agung Darmanto, Gunawan, Amang Armanto Angio SH dan Faruuq Tri Fauzi MPdI. Sedang dari Pemkab Tulungagung, di antaranya adalah Sekretaris Bapenda Kabupaten Tulungagung, Sugiono SH.

1 KOMENTAR

  1. Pajak kos dari 10% turun menjadi 5% Apakah raperda ini sudah berlaku.

    Sejak tanggal berapa effektif berlaku?

TINGGALKAN PESAN