Sesalkan Anggaran Seragam Gratis Tidak Meningkat

0
182
Drs H Mashud.

DPRD TULUNGAGUNG – Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Drs H Mashud, menyesalkan anggaran perlengkapan sekolah (baju seragam) gratis bagi siswa kelas 1 SD dan kelas VII SMP tidak mengalami peningkatan. Padahal pada tahun 2018 ini, pemberian perlengkapan sekolah gratis tersebut diperluas tidak hanya untuk sekolah negeri tetapi juga untuk sekolah swasta dan madrasah.

“Yang kami sesalkan anggarannya tetap Rp 30 miliar. Padahal kami sudah usulkan naik Rp 10 miliar menjadi Rp 40 miliar. Tetapi itu tidak diluluskan karena kemampuan Pemkab Tulungagung Rp 30 miliar,” ujarnya di Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (8/5).

Dengan kondisi anggaran yang tetap, menurut Mashud, dapat dipastikan jumlah perlengkapan sekolah gratis yang didapat siswa baru pada tahun ini akan berkurang dari tahun sebelumnya. Jika dulu istilahnya diberikan gratis dari ujung rambut sampai ujung kaki, sekarang akan berkurang.

“Mungkin yang diberikan gratis nanti hanya tinggal seragam dan sepatunya saja. Untuk topi, asduk dan lainnya beli sendiri. Ini karena anggaran Rp 30 miliar harus bagito (bagi roto/rata) untuk siswa yang di negeri/swasta dan madrasah,” paparnya.

Mashud menandaskan anggaran perlengkapan sekolah gratis Rp 30 miliar pada tahun 2018 ini tidak hanya akan terdistribusi pada 10.000 siswa baru. Tetapi sudah meningkat pada sekitar 15.000 siswa baru.

“Jadi menjadi keniscayaan kalau kemudian kuantitas perlengkapan sekolah yang diberikan secara gratis menjadi berkurang. Dulu setiap siswa baru yang masuk SMP bisa mendapat anggaran Rp 700 ribu dan untuk siswa SD Rp 500 ribu, sekarang bisa tinggal separuhnya saja,” paparnya lagi.

Komisi A DPRD Tulungagung, lanjut dia, sudah mendesak Pemkab Tulungagung untuk menaikkan anggaran pengadaan baju seragam gratis tersebut. Namun Pemkab Tulungagung belum bisa meluluskannya karena alasan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

“Katanya akan ditambah dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2018. Tetapi ini kan bisa terlambat. Pengadaan seragam baru Juni sudah harus dilakukan,” ucapnya.

 

TINGGALKAN PESAN