Komitmen Bantu UMKM Dapat Sertifikasi Halal

0
68
Supriyono bersama Subani dan Lilik Wijayati sempat mencicipi beberapa produk UMKM Tulungagung setelah berdialog dengan anggota FIT di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (8/2).

DPRD TULUNGAGUNG – Guna mendukung upaya produk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Tulungagung masuk di toko modern, DPRD Tulungagung berkomitmen bakal segera fasilitasi anggaran untuk pengurusan sertifikasi halal.

Hal itu dikemukakan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi, saat menerima puluhan anggota Forum Industri Kecil Menengah Tulungagung (FIT) di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (8/2). “Salah satu syarat UMKM sebagai pemasok di toko modern adalah sertifikasi halal. Karena itu, kami akan fasilitasi itu dalam prioritas anggaran,” ujarnya.

Hadir dalam acara audiensi ini Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Drs Subani Sirab dan anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Imam Khoirudin SAg. Selain juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, Ir Supartono MM dan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdangangan Kabupaten Tulungagung, Lilik Wijayati SH MH.

Menurut Supriyono, fasilitas anggaran untuk pengurusan sertifikasi halal bagi UMKM sejauh ini baru dilakukan oleh Pemprov Jatim. Namun jumlahnya sangat terbatas.

“Nanti kita kucurkan dana untuk itu (sertifikasi halal), selain dinas terkait juga melakukan pendampingan sehingga semua produk UMKM Tulungagung dapat diterima di toko modern. Apalagi, dalam Perda tentang Penataan dan Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan disebutkan sebayak 20 persen produk UMKM dapat masuk ke dalam pusat perbelanjaan dan toko swalayan yang beroperasi di Tulungagung,” paparnya.

Pengucuran dana untuk memfasilitasi sertifikasi halal bagi produk UMKM ini, lanjut politisi asal PDI Perjuangan ini, belum dianggarkan dalam APBD Tulungagung 2018. Namun dipastikan teranggarkan pada tahun 2019 mendatang, atau mulai PAK APBD Tulungagung 2018. “Saat ini dana APBD masih banyak tersedot untuk perhelatan pilkada yang mencapai Rp 54 miliar,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, untuk lebih mempromosikan produk-produk UMKM tidak bisa hanya mengandalkan keberadaan Gedung Dekranasda yang lokasinya berada di pusat kota. Terlebih gedung tersebut tidak punya fasilitas lahan parkir yang luas.

“Kami dari DPRD berencana pula akan membuat tempat untuk mempromosikan produk UMKM yang sekiranya dapat memuat untuk parkir bus kendaraan wisatawan. Ini bisa di GOR Lembu Peteng, Stadion Rejoagung atau tempat lain yang memungkinkan wisatawan nyaman untuk berbelanja produk UMKM Tulungagung,” paparnya lagi.

TINGGALKAN PESAN