Rekomendasikan Tutup Kandang Babi di Rejotangan

0
101
H. Misbah diwawancarai wartawan di Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/1).

DPRD TULUNGAGUNG – Komisi D DPRD Tulungagung merekomendasikan pada Pemkab Tulungagung untuk melakukan penutupan operasional peternakan (kandang) babi di Kecamatan Rejotangan. Masalahnya, peternakan babi tersebut dinilai belum mengantongi izin dan telah mencemari lingkungan.

“Kami sudah minta pada Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penutupan . Di kandang babi itu tidak punya semacam UPL (unit pembuangan limbah),” ujar anggota Komisi D DPRD Tulungagung, H Misbah MM di Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/1).

Menurut dia, kandang babi yang berada di Desa Rejotangan itu patut untuk ditutup. Apalagi, kotoran babi langsung dibuang ke Sungai Brantas tanpa melalui penyaringan di tempat-tempat semacam UPL.

“Pembuangan kotoran babi langsung ke Sungai Brantas ini jelas telah mencemari lingkungan dan membahayakan, apalagi bau kotorannya sangat menyengat,” paparnya.

Komisi D DPRD Tulungagung, lanjut Misbah, sudah pula mendatangi lokasi kandang babi tersebut bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung. Hasilnya, sesuai dengan aduan masyarakat pada DPRD Tulungagung.

Seharusnya tandas politisi asal PAN ini, pengusaha peternakan babi membuat semacam UPL dan tidak langsung membuangnya ke Sungai Brantas. Dan ini menjadi  dasar penialian Komisi DPRD Tulungagung bahawa peternakan babi tersebut belum layak untuk mendapat izin operasional.

“Bagaimana mau mendapat izin, UPL saja tidak punya. Logikanya izin baru dikeluarkan jika sudah memenuhi syarat di antaranya ada UPL,” paparnya lagi.

Lebih lanjut Misbah mengungkapkan, saat ini Komisi D DPRD Tulungagung sedang menunggu tindaklanjut dari Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Utamanya, terkait perizinan operasional peternakan babi tersebut.

TINGGALKAN PESAN