Komisi B Sidak Gudang Bulog Tulungagung

0
109
Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tulungagung ketika melakukan sidak di Gudang Bulog Ngujang, Senin (15/1) siang.

DPRD TULUNGAGUNG – Menyikapi harga beras yang cenderung meningkat akhir-akhir ini, pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang milik Bulog Subdivre Tulungagung, Senin (15/1). Sidak dilakukan untuk mengetahui ketersedian beras yang dimiliki Bulog Tulungagung dalam upaya menurunkan harga beras.

Sekretaris Komisi B DPRD Tulungagung, Faruuq Tri Fauzi MPdI, di sela-sela sidak menyatakan harus ada langkah konkret dari Bulog dalam upaya menurunkan harga beras yang saat ini masih berkisar Rp 11.000 per kilogram. “Karena itu, kami sidak ke gudang Bulog ini. Jangan sampai ada manipulasi yang menyebabkan harga beras tetap tinggi kendati sudah dilakukan operasi pasar (OP),” tandasnya.

Sidak Komisi B DPRD Tulungagung ke gudang Bulog, lanjut dia, juga untuk mengklarifikasi adanya kabar yang menyebut bakal adanya beras impor yang akan datang ke Indonesia menyusul naiknya harga beras. “Apakah ini memang benar,” tanyanya.

Kedatangan pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tulungagung yang didampingi pula oleh Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Tulungagung, Drs Bambang Ernawan di gudang Bulog yang berada di Ngujang ditemui langsung oleh Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Krisna Murtiyanto.

Menurut Krisna, saat ini Bulog Subdivre Tulungagung mempunyai stok beras yang cukup banyak. Yakni 8.600 ton dan diprediksi cukup untuk persediaan sampai Mei 2018.

“Saat ini pun dalam upaya menurunkan harga beras, kami sejak Januari 2018 dalam sehari menggelontorkan beras untuk OP antara 100 ton sampai 200 ton. Itu untuk empat daerah di wilayah kerja kami,” ujarnya.

Seperti diketahui wilayah kerja Bulog Subdivre Tulungagung tidak hanya wilayah Tulungagung saja, tetapi juga tiga wilayah kota dan kabupaten lainnya. Yakni Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek dan Kota Blitar.

Selanjutnya, Krisna menjelaskan pula jika harga beras medium Bulog yang dijual dalam OP berharga Rp 8.100 per kilogram. Dengan harga tersebut para mitra Bulog serta distributor besar yang bisa membeli beras dari Bulog, dapat kembali menjualnya pada masyarakat dengan harga paling mahal Rp 9.350 per kilogram.

“Jadi yang dijual kembali oleh mitra Bulog atau distributor besar sampai ke tangan masyarakat tidak boleh lebih dari Rp 9.350 per kilogram,” tandasnya.

Soal pengawasan bagi mitra Bulog dan distributor besar dalam penjualan kembali beras Bulog ke masyarakat yang ditanyakan Komisi B DPRD Tulungagung, Krisna menyatakan pengawasan dilakukan oleh Satgas Pangan. Mereka yang melakukan pengawasan dengan data yang diberikan oleh Bulog Subdivre Tulungagung.

“Kami memberikan data-data siapa saja mitra Bulog atau distributor besar yang membeli beras Bulog. Tentu Satgas Pangan yang akan mengawasi mereka dalam penjualannya kembali pada masyarakat,” tuturnya.

TINGGALKAN PESAN