Prihatin Transport Guru Honorer SD Belum Cair

0
184
Supriyono.

DPRD TULUNGAGUNG – Belum cairnya insentif tunjangan transport bagi guru honorer SD membuat kalangan DPRD Tulungagung prihatin. Mereka berharap dana tersebut dapat segera cair sesuai anggaran di APBD Perubahan 2017.

“Teman-teman dewan dan saya sangat prihatin. Kenapa pelaksana teknis di Pemkab Tulungagung belum bisa merealisasikannya (tunjangan transport bagi guru honorer SD),” ujar Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi, Rabu (27/12).

Menurut dia, seharusnya Pemkab Tulungagung sudah dapat merealisasikan pencairan dana tunjangan transport bagi  guru honorer SD yang besarannya setiap guru Rp 250.000/bulan itu. Apalagi, DPRD Tulungagung sudah mengupayakan sedemikian lama dan sudah pula melalui proses pendataan.

Supriyono menyebut dengan belum terealisasinya dana tersebut, perlu ada koreksi terhadap kinerja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Bahkan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi, harus memberi motivasi agar dana yang sudah ada di APBD Perubahan 2017 dapat segera cair. “Kalau pun kemudian tidak dapat cair atau direalisasikan dalam tahun ini, ini menjadi catatan DPRD Tulungagung dalam pengawasan kinerja,” tandasnya.

Supriyono menyatakan hampir bisa dipastikan akan ada dampak psikologis bagi guru honorer SD jika tunjangan transportasi bagi mereka belum juga bisa dicairkan. “Mereka akan kecewa,” terangnya.

Lantas apa yang menghambat pencairannya?, Supriyono menyebut ada persoalan teknis yang mengakibatkan pencairan dana tunjangan transport bagi guru honorer SD belum cair. “Tampaknya ada persoalan teknis yang belum selesai. Tapi kita sudah sarankan untuk belajar ke daerah tetangga. Di sana (daerah tetangga) sudah dilakukan dan tidak ada masalah saat pemeriksaan BPK dan lain-lain,” ucapnya.

 

TINGGALKAN PESAN