Finalisasi Pembahasan Raperda Pembatasan Minimarket Berjaringan

0
15
Heru Santoso (berkopiah) saat memimpin rapat finalisasi Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Rabu (1/11).

DPRD TULUNGAGUNG – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tulungagung, Rabu (1/11), menggelar rapat finalisasi pembahasan Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan bersama Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung. Rapat berlangsung di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung.

Hampir semua anggota Pansus III DPRD Tulungagung hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus III DPRD Tulungagung, H Heru Santoso SPd MPd. Sementara, dari Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung dihadiri oleh perwakilan dari OPD terkait dan dipimpin oleh Asisten III Sekda Tulungagung, Indah Karunia Ratri SH MH.

Dalam rapat tersebut akhirnya disepakati untuk membawa aturan terbaru terkait pembatasan jumlah minimarket berjaringan di Kabupaten Tulungagung itu ke rapat paripurna DPRD Tulungagung untuk disetujui menjadi Perda. Rencananya, rapat paripurna DPRD Tulungagung bakal dilakukan dalam waktu dekat.

“Dengan nantinya telah disetujui menjadi Perda, kami berharap Bupati Tulungagung langsung menindaklanjutinya dengan Perbup (Peraturan Bupati),” ujar Heru Santoso.

Selanjutnya, ia berharap pula Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang hampir dipastikan menjadi Perda ini, tidak menimbulkan multitafsir seperti Perda sebelumnya. Utamanya, soal pembatasan jumlah, jam buka tutup, jarak dan pengecualian.

Dalam raperda disebutkan, minimarket berjaringan dapat didirikan sebanyak satu buah pada setiap jumlah penduduk 20.000 orang dalam wilayah Kabupaten Tulungagung. Itu artinya, dengan jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung yang saat ini mencapai 1.200.000 jiwa maka jumlah minimarket berjaringan yang diperbolehkan beroperasi hanya sebanyak 60 gerai saja.

Selain itu, diatur pula jarak minimarket berjaringan dengan pasar rakyat paling tidak 1.000 meter dan jam operasional minimarket berjaringan mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Kecuali minimarket berjaringan dekat (berjarak maksimal 100 meter) dengan rumah sakit, Stasiun Tulungagung dan Terminal Gayatri boleh beroperasional selama 24 jam nonstop.

Menurut Heru Santoso, tidak ada perbedaan antara minimarket berjaringan nasional atau milik warga Tulungagung di aturan raperda. Semua sama. Ada pembatasan yang sama. “Kecuali minimarket yang dikelola koperasi, UMKM, BUMD dan BUMDes tidak mengikuti ketentuan pembatasan,” terangnya.

Politisi asal PDI Perjuangan ini menjelaskan tidak adanya perbedaan berjaringan nasional dan berjaringan milik warga Tulungagung karena untuk menyamaratakan. “Kalau minimarket berjaringan milik warga Tulungagung termasuk dikecualikan, bisa-bisa nanti minimarket berjaringan nasional mengatasnamakan mereka. Jadi sia-sia aturan pembatasannya,” paparnya.

TINGGALKAN PESAN