Terima Kunjungan Komisi B DPRD Tuban

0
237
Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, ikut menerima kedatangan pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tuban, Selasa (3/10).

DPRD TULUNGAGUNG – Kantor DPRD Tulungagung kembali mendapat kunjungan untuk studi banding. Selasa (3/10), giliran pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tuban yang berkunjung ke Kantor DPRD Tulungagung.

Kedatangan mereka diterima pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tulungagung di ruang rapat Komisi A DPRD Tulungagung Kantor DPRD Tulungagung. Bahkan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi ikut pula menyambut kedatangan pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Tuban yang membidangi ekonomi dan keuangan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Tuban, Rudi Hariyanto, yang memimpin rombongan Komisi B DPRD Tuban mengungkapkan kedatangannya ke Kantor DPRD Tulungagung untuk melakukan studi banding. “Studi banding tentang UMKM dan koperasi,” ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, H Widodo Prasetyo SP MMA, menanggapi permintaan Rudi Hariyanto mengatakan masalah UMKM dan koperasi  di Tulungagung yang menjadi pokok materi studi banding keadannya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kabupaten Tuban. “Namun demikian, untuk mengetahui lebih jelas terkait hal tersebut, Komisi B DPRD Tulungagung telah mengundang OPD lingkup Pemkab Tulungagung, yakni Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Tulungagung dan Bappeda Kabupaten Tulungagung untuk menjelaskannya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, Ir Supartono MM, mengungkapkan di Tulungagung saat ini tengah berlangsung upaya untuk meningkatkan kualitas koperasi. Karena itu, ada beberapa koperasi yang tidak dapat ditingkatkan kualitasnya kemudian membubarkan diri.

“Dari 1.163 koperasi yang ada, per Juli 2017 sudah terkurangi 202 koperasi yang membubarkan diri. Sehingga sekarang tinggal 961 koperasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Supartono membeberkan pula jika dari 961 koperasi tersebut masih ada 58 koperasi lagi yang diminta untuk memilih apakah tetap bertahan dengan meningkatkan kualitas atau membuabarkan diri. “Pilihannya itu dibina atau membubarkan diri. Peningkatan kualitas koperasi dengan aturan koperasi tidak lagi mengejar kuantitas tetapi kualitas,” paparnya.

TINGGALKAN PESAN