Bahas Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

10
606
H. Nurhamim memimpin rapat pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Senin (2/10).

DPRD TULUNGAGUNG – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Tulungagung, Senin (2/10), melakukan pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran bersama Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung. Pembahasan berlangsung di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung.

Sebelumnya, Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran bernama Raperda tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Reperda ini merupakan inisiatif Pemkab Tulungagung.

Ketua Pansus I DPRD Tulungagung, H Nurhamim SAg, mengungkapkan perubahan judul Raperda dari sebelumnya Raperda tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran menjadi Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran dilakukan setelah konsultasi ke Kementerian Hukum dan HAM RI. “Dari hasil konsultasi itu kemudian ada perubahan judul raperda,” terangnya.

Perubahan judul ini, lanjut Nurhamim, membuat rencana penarikan retribusi pada alat pemadam kebakaran menjadi tertunda. “Sebaiknya memang begitu. Setelah masyarakat semua tahu tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, baru kemudian ada retribusi untuk alat pemadam kebakarannya. Kalau tiba-tiba ditarik retribusi masyarakat akan kaget,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Drs Bagus Kuncoro, yang memimpin Tim Asistensi Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung, menyatakan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran berintikan dua unsur, yakni pencegahan dan penanggulangan. “Kalau pencegahan itu proteksi sebelum terjadi kebakaran dan untuk penanggulangan setelah terjadi kebakaran,” katanya.

Menurut Bagus, dari kedua unsur tersebut perlu adanya rencana sistem pencegahan kebekaran dan rencana sistem penanggulangan kebakaran. “Paling tidak harus disusun identitas risiko kebakaran, analisis permasalahan serta rekomendasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” tuturnya.

Dalam Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran diatur pencegahan kebakaran di lingkungan perumahan, bangunan umum dan perdagangan serta bangunan industri dan gudang.

“Nantinya paling tidak di setiap RW sudah harus ada pemadam kebakaran mandiri yang portable. Pembelian atau pengadaan pemadam kebakaran mandiri ini bisa melalui dana ADD masing-masing desa,” papar Bagus.

 

10 COMMENTS

  1. Good day! I could have sworn I’ve visited this website
    before but after browsing through a few of the articles I realized
    it’s new to me. Nonetheless, I’m definitely pleased I came across it and I’ll be bookmarking it and checking
    back regularly!

  2. Today, I went to the beach with my children. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said
    “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She placed the shell to her ear
    and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but
    I had to tell someone!

  3. Hi, i think that i saw you visited my weblog
    thus i came to “return the favor”.I’m attempting to find things to enhance
    my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

  4. Very nice post. I just stumbled upon your blog and wished to say that I’ve really enjoyed
    surfing around your blog posts. In any case I will be subscribing to your feed and I hope
    you write again very soon!

TINGGALKAN PESAN