Berbagi Ilmu Anggaran Dengan DPRD Kota Batu

0
114
Imam Kambali dan Cahyo Edi Purnomo saling bertukar cindera mata seusai perrtemuan di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung, Jumat (11/8).

DPRD TULUNGAGUNG – Pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD Tulungagung menerima kunjungan kerja (kunker) pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Jumat (11/8).  Pertemuan dalam rangka berbagi ilmu anggaran ini berlangsung di Ruang Graha Wicaksana Lantai II Kantor DPRD Tulunggung.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Imam Kambali SE MSi. Selain anggota Badan Anggaran DPRD Tulungagung lainnya, yakni Suprapto SPt MMA, H Imam Sukamto, H Imam Sapingi dan Choirurrohim SH.

Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Batu yang juga Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo SPd SH MH, mengatakan kedatangan mereka ke DPRD Tulungagung untuk belajar terkait implementasi pokok-pokok pikiran DPRD dalam Sistem Penganggaran Pemerintahan Daerah. “Kami ingin tahu bagaimana yang sudah dilakukan di DPRD Tulungagung,” ujarnya.

Selain itu, pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batu sempat pula menanyakan soal pengelolaan aset tempat wisata di wilayah Tulungagung, mengingat aset pengelolaan tempat wisata juga menjadi persoalan di Kota Batu.

Suprapto yang ditunjuk Imam Kambali untuk menjelaskan penerapan implementasi pokok-pokok pikiran DPRD Tulungagung dalam Sistem Penganggaran Pemerintahan Daerah mengatakan acuan yang digunakan DPRD Tulungagung adalah PP No. 16 Tahun 2010 dan Permendagri No. 54 Tahun 2010.

“Kita punya kewajiban yang sama memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah daerah dalam membuat APBD. Materi dasarnya adalah rapat komisi dengan OPD, kemudian reses dan rangkuman yang ditetapkan dalam keputusan DPRD,” paparnya.

Sementara itu, terkait pengelolaan aset tempat wisata di Tulungagung, Suprapto yang politisi asal PDI Perjuangan ini mengungkapkan sudah ada perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemkab Tulungagung dan Perhutani terkait tempat wisata yang di Tulungagung sebagain besar lahannya merupakan milik Perhutani. “Sharing pengelolaannya dari keuntungan bersih, Perhutani mendapat 30 persen, Pemkab 30 persen dan desa tempat wisata mendapat 50 persen yang juga dibagikan pada Pokdarwis dan karang taruna setempat,” jelasnya.

Sebelumnya, Imam Kambali mengungkapkan di wilayah Kabupaten Tulungagung sekarang sudah mulai tumbuh tempat-tempat wisata baru, utamanya wisata pantai, seperti Pantai Gemah dan Pantai Kedung Tumpang. “Selain juga kami punya tempat yang dingin seperti Batu di wilayah Sendang dan Pagerwojo. Monggo (silakan) kalau ada investor dari Batu masuk ke sana,” katanya.

Pertemuan yang penuh dengan keakraban ini diakhiri dengan saling menukar cindera mata. Imam Kambali yang mewakili DPRD Tulungagung memberi cindera mata pada Cahyo Edi Purnomo yang mewakili DPRD Kota Batu dan begitu pula sebaliknya.

TINGGALKAN PESAN